Posts

Manusia Berbatas Asa

Image
Perjalanan, Meninggalkan jejak kenangan, Menemukan lembar putih baru didepan. Meninggalkan baik buruk pertemanan, Menemukan kisah baru pertemanan. Menyesali, Disesalkan, Penyesalah. Bukan sekedar jalan, itu sebuah kepastian. Raga ini berbatas kawan, Sedikit sisa waktu untuk berjuang Melakukan loncatan kecil dari batu pijakan Sampai dunia  raga dipersatukan nisan. .

Bau itu Harum

Seorang premuda pasar ditanya oleh penjual sayuran. Penjual: Hai pemuda, apa yg kamu cari di pasar ini? Ku perhatikan sepanjang waktu kau hanya berkeliling pasar dan mengais receh dari penjual-penjual disini. Pemuda: Tuhan menciptakan kita sesuai perannya. Aku melaksanakan peranku sebagai preman, dan kau melaksanakan peranmu sebagai pedagang. Apakah aku melukaimu? Pedagang: Bukan. Yg ku maksut adalah apakah kau tak ada kegiatan yg lebih positif? Pemuda: Aku melakukan yg aku bisa, Kalaupun aku tercipta untuk menjadi pejabat mestilah aku akan jd koruptor yg lebih buruk daripada ini.

Sesibukan Homo Sapiens

Image
Sesibuk apasih para homo sapiens jaman moderen ini? Sebenernya kata "sesibukan" itu kaga ada di KBBI jadi judulnya mungkin agak salah, tapi kan gak jadi masalah karna palinggak kita maksut akan arti kalimatnya. Apasih...!!! *muka Jack Sparrow Ndah... itu diatas ada artinya, lansung dari KBBI versi online. Sekali lagi gue akan membiarkan waktu kalian terbuang percuma dengan membaca tulisan ini. Homosapiens moderen atau nantinya disebut manusia moderen jaman teh-no-lokhi adalah manusia yang semakin "dipermudah" aktivitasnya dengan memanfaatkan teknologi. Dipermudah ini berarti dipermudah untuk hal-hal produktif maupun dipermudah untuk membuang waktu dengan membaca tulisan ini. Kadang gue heran soal Homosapiens yang katanya makluk yang lebih sosial daripada monyet semakin kesini semakin menggeser makna sosial, contoh yang sangat amat biasa aja kaya kalo lagi jalan sama temen/keluarga ketempat umum ya tetep mainnya gadget, ya tetep ngeonline, ya tetep ng...

Udah seberapa realistis "bagus" versi lo?

Image
Ibarat lo ngobrol sama ribuan kusi kosong di dalam aula besar yang di luar aula itu ramenya kaya pasar. Direkam. Lalu linknya lo sebarin secara manual. Dan lo banggga karena jadi diri sendiri. Dan lo juga bangga nemu temen lo yang sejenis. atau Lo beli roti khas daerah lo, terus bagi-bagi ke temen-temen lo. Tapi lo ga ngomong apa-apa. cuma secari kertas, "ini enak lho". Sebagian besar temen lo cuma nyicipin roti terus muntah, lidahnya temen lo yang lo salahin.

Tuhan Tahu Kita Mampu by Ali Sastra ft. The Jenggot

Image
Suatu lagu yang membuat kita tersadar bahwa Tuhan lebih tau kita mampu, kita kuat, kita punya teman, dan kita punya Tuhan Tuhan Tahu Kita Mampu by Ali Sastra ft. The Jenggot Saat kau terpuruk dan terjatuh pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU saat beban penuhi pundakmu genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU pernahkah dirimu merasa gelisah begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah di saat itu kau harus tahu bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu ujian untuk mengukur kadar keimananmu ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui karena Tuhan telah mengukur diri ini lebih baik hadapi segala beban diri hadapi dengan ikhlas di hati engkau tak sendirian menghadapi cobaan saudara seiman pasti kan ulurkan tangan kita hadapi ...

I Love You Mbah Wardo

Image
Kampus Telkom itu kampus berjuta umat, cuman kebanyakan umatnya cari tempat makan ditempat elit punya, Ya bisa dibilang penduduknya anak kalangan menengah keatas yang untuk urusan makan susah milih-milih. Ada suatu Warung Makan (kayaknya sih bukan warteg) yang cukup awesome buat Gue. Warung Makan Mbah Wardo, menu disini ya itu-itu terus tapi semuanya spesial e buset  rempah-rempat yang menyelimuti tiap masakan dan harga yang bisa dibilang sangat murah. Top banget. Selain rempa-rempah yang jadi unggulan adalah Gudeg, Kangkung, dan Pecel (tiap hari minggu). Brand Mbah Wardo terbangun begitu saja, tidak ada plang nama bahkan untuk tulisan "warung makan" pun tak ada. Tak jarang setiap lebaran selalu menyediakan menu gratis untuk semua. Pelanggannya tak lagi mahasiswa, keberadaan warung makan yang cukup lama membuat pelanggan yang tadinya mahasiswa kini kembali ke warung Mbah Wardo dengan membawa anak dan istrinya. Banyak yang bilang kalau warung ini barat perusahaan...

Saya Bukan Anak "Pe Ka Es" Pak

Image
Mau cerita nih, Disuatu malam yang hujan, tepatnya setelah sholat Isyak di masjid PGA dekat kampus Telkom. Waktu itu memang agak ramai, karena warga sekitar juga turut menunaikan sholat gerhana, dan saya disini bingung bagaim mana memulai ceritanya :D Yup, setelah sholat duduk sebentar, lalu mengecek HP sejenak. Alangkah terkejutnya ketika ada seorang bapak-bapak lumayan tua, "Assalamualaikum, Mas anak Pe Ka Es bukan?" sambil mengulurkan tangan. sempet pengin jawab "Saya anak baik-baik pak." tapi gue tau kondisi. Ini bukan waktunya barmain. "Waalaikumsalam, bukan pak. Maaf kenapa ya?" bingung saya dibuatnya, namun kami tetap berjabat tangan. dan,,,,, yak bla bla bla bla yang intinya dia dari Soreang bersama istrinya mencari tampat kerja (baca: pembantu rumah tangga). dengan rasa malu-malu sampai ke cerita kalau ia kekurangan uang untuk sekedar pulang ke rumahnya. waktu itu hujan, sang istri menunggu di warung makan dekat masjid dan nampaknya...