Posts

Filosofi yang terlupakan

KERJA (Part 1) Filosofi yang terlupakan adalah  "bagaimana seorang tercipta untuk memberi manfaat sebesar-besarnya untuk mendapat manfaat sebesar-besarnya" Apakah kita harus kerja sesuai minat dan bakat? Apakah kita harus kerja sesuai dengan apa yang kita sukai? tentusaja .. TI-DAK Faktanya banyak orang yang merasa salah jurusan ketika masuk perguruan tinggi atau bahkan ketika dia memasuki jenjang SMA/SMA. Mereka meng-CAP diri mereka sendiri salah. Padahal apa yang mereka dapatkan adalah yang mereka putuskan pada waktu mendaftar terlepas sesuai hati nurani, ajakan, paksaan, bahkan (lagi) asal - asalan. Lalu apa yang terjadi ketika kalian lulus pada suatu jenjang pendidikan lalu mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan? minat? bahkan (lagi) bakat? siapa yang salah? Lalu apa yang terjadi ketika kalian memilih pasangan? apakah kalain akan bilang lagi salah jurusan, karena menginginkan pasangan pintar memasak tapi tidak bisa masak? (lupakan point i...

Narasi nostalgia masa depan

Embun pagi masa lalu sekelebat melintas di depan mata, klasik menarik. Bersama baju longgar yang sudah tak berwana cerah, dan sarung yang melorot bukti sejak kecil kita anak - anak mu diajarkan untuk mencintai-Nya Tuhan semesta alam untuk pertama kalinya. Tak lupa ingatan tentang suapan nasi dari tangan hangat yang memaksa masuk kedalam muluku ini. Entah apa yang bisa anakmu ini perbuat untuk menebus dosa - dosa masa lalunya terhadap engkau, Bunda tercinta. Hati ini terlampau malu saat kau bangga akan siapa aku saat ini, ya saat terlahir aku cukup yakin engkaupun pasti bangga terhadapku. Seperti tanpa ada dendam dihatimu, seperti tanpa ada rasa menyesal dimatamu. Entah, entah apakah anakmu ini akan bisa mencintai anak - anakku kelak. Tulus, ikhlas, indah rasanya namun maaf aku terlambar sadar. Anakmu terlalu terpesona dengan kasih sayang monyet sesaat, dan kau bilang itu lumrah? Engkau hanya membuatku merasa malu, dan Engkau semakin memantabkan Aku untuk belajar tulus dan i...

Sungguh PeDe Sekali!

Sungguh PeDe sekali Orang yang ketika Idul Fitri Merasa sudah suci Dosa-dosa tak bersisa lagi Dan kembali seperti bayi Padahal ia puasa sekedar ikut tradisi Shalat tarawih cuma beberapa hari Baca Qur’an hanya sesekali Sedekahnya ingin dipuji Larangan agama pun tak dijauhi Lailatul Qadar, ia tak peduli Sibuk pikirkan gaji bulan ini Katanya untuk baju anak-istri Kalau halnya begini Mungkinkah dosa-dosa diampuni? Eh, ketika Idul Fitri Ia merasa sudah suci Dosa-dosa tak bersisa lagi Dan kembali seperti bayi Sungguh PeDe sekali *** Penulis: Ustadz Yulian Purnama

Kode Etik Ikhwan Akhwat?

Agak lucu ketika saya menulis judul ini. Dimana ketika menulis "kode etik ikhwan dan akhwat" mungkin diluar sana akan ada yang mempresepsikan hanya untuk "ikhwan" dan "akhwat" (aktifis dakwah atau semacamnya). Namun tidak, belakangan ini saya tidak suka membedakan mereka yang ada di lingkaran maupun mereka yang diluar lingkaran, sama saja. Terlalu diskriminatif, pada mereka yang punya hak sama. Ok, kita masuk ke pembahasan. Banyak diantara kita terutama saya menitik beratikan kepada para aktivis dakwah (aktiv di karang taruna juga seorang "aktivis") banyak saya jumpai kasus pacaran, Hubungan tanpa status, atau bahkan semisal adanya komunikasi yang tidak ada "poin"nya. Sudah khatam bagi kita yang telah melalui umur berkepala dua untuk paham mana itu hasrat cinta mana itu tuntutan komunikasi. Cuma apakah pikiran dan hati kita sudah berumur dewasa untuk menanggapi hal tersebut sedangkan yang terserang dengan bisikan lembut adalah hati...

Pemimpin Pemimpi

Pemimpin gagal adalah yang menganggap kritik sebagai musuh, Pengkritik gagal adalah mereka yang merasa lebih dari pemimpinnya. bahkan kebaikan dan kebanaranpun akan ada yang membenci, dan bahkan kejahatan dan kesalahanpun akan ada yang menyukai. Lalu apakah arti kebenaran? Jika manusia yang tempat berbuat salah mengartikan kebenaran menurut logikanya? Lalu apakah arti kebaikan? Jika manusia yang punya kodrat berbut kerusakan mengartikan kebaikan dengan logikanya? Lalu apa arti kesombonganmu? Jika ia hanya seorang hamba yang tercipta dari saripati tanah? Aku ingin Aku ingin bersadar, berserah, bertunduk, berpatuh. pun dengan kesadaran untuk memulaiya pun butuh berjuangan untuk memulainya

just DO it

Image
Kalau pengalaman adalah guru terbaik, Lalu kenapa tak ku jadikan kau sebagai guruku dari dulu. (bahwa melakukan, dan melakukan dalah pembelajaran)

Aku bukan seorang anak pembisnis

Ayahku adalah seorang PNS biasa Bukan pejabat ,bukan orang yang berbisnis Beliau hanya seorang berkumis dan mendapat gaji tiap bulan Ayah memaksa kita bisa berbisnis mengajarkan anak dan istrinya berbisnis bukan karna kita berdarah cina tapi ini salah satu jalannya Jalan menuju level tertinggi manusia manusia dengan manusia, dan oleh juga Allah Subhanahu Wa ta'ala Berbisnis untuk menghidupi keluarga Berbisnis untuk membeli surga-Nya oh sudahlah... jenaka sekali pikirku