Posts

Kode Etik Ikhwan Akhwat?

Agak lucu ketika saya menulis judul ini. Dimana ketika menulis "kode etik ikhwan dan akhwat" mungkin diluar sana akan ada yang mempresepsikan hanya untuk "ikhwan" dan "akhwat" (aktifis dakwah atau semacamnya). Namun tidak, belakangan ini saya tidak suka membedakan mereka yang ada di lingkaran maupun mereka yang diluar lingkaran, sama saja. Terlalu diskriminatif, pada mereka yang punya hak sama. Ok, kita masuk ke pembahasan. Banyak diantara kita terutama saya menitik beratikan kepada para aktivis dakwah (aktiv di karang taruna juga seorang "aktivis") banyak saya jumpai kasus pacaran, Hubungan tanpa status, atau bahkan semisal adanya komunikasi yang tidak ada "poin"nya. Sudah khatam bagi kita yang telah melalui umur berkepala dua untuk paham mana itu hasrat cinta mana itu tuntutan komunikasi. Cuma apakah pikiran dan hati kita sudah berumur dewasa untuk menanggapi hal tersebut sedangkan yang terserang dengan bisikan lembut adalah hati...

Pemimpin Pemimpi

Pemimpin gagal adalah yang menganggap kritik sebagai musuh, Pengkritik gagal adalah mereka yang merasa lebih dari pemimpinnya. bahkan kebaikan dan kebanaranpun akan ada yang membenci, dan bahkan kejahatan dan kesalahanpun akan ada yang menyukai. Lalu apakah arti kebenaran? Jika manusia yang tempat berbuat salah mengartikan kebenaran menurut logikanya? Lalu apakah arti kebaikan? Jika manusia yang punya kodrat berbut kerusakan mengartikan kebaikan dengan logikanya? Lalu apa arti kesombonganmu? Jika ia hanya seorang hamba yang tercipta dari saripati tanah? Aku ingin Aku ingin bersadar, berserah, bertunduk, berpatuh. pun dengan kesadaran untuk memulaiya pun butuh berjuangan untuk memulainya

just DO it

Image
Kalau pengalaman adalah guru terbaik, Lalu kenapa tak ku jadikan kau sebagai guruku dari dulu. (bahwa melakukan, dan melakukan dalah pembelajaran)

Aku bukan seorang anak pembisnis

Ayahku adalah seorang PNS biasa Bukan pejabat ,bukan orang yang berbisnis Beliau hanya seorang berkumis dan mendapat gaji tiap bulan Ayah memaksa kita bisa berbisnis mengajarkan anak dan istrinya berbisnis bukan karna kita berdarah cina tapi ini salah satu jalannya Jalan menuju level tertinggi manusia manusia dengan manusia, dan oleh juga Allah Subhanahu Wa ta'ala Berbisnis untuk menghidupi keluarga Berbisnis untuk membeli surga-Nya oh sudahlah... jenaka sekali pikirku

Dengan siapa kau bercerita?

Image
"tak mudah bercerita indah, bahkan sekedar untuk bercerita cerita indah"

Ber "damai" dengan masalah

Image
Hidup adalah kumpulan puzzle permsalahan Pula punya banyak kombinasi penyelesaian Ketika perjuangan bukanlah ada karna problematika Maka apalah arti dari sebuah perjuangan  Ini bukalan sajak yang bisa membuatmu bahagia Metafora dari pilihan cara "damai" dengan problematika Dimana uang bisa membungkam dan berkuasa bahkan direstui oleh kebanyakan kita Dimana validitas menjadi sebuah rekayasa generasi muda bahkan membudaya berdalih menolong sesama Dimana pintu belakang mejadi wajib ada di gedung negara bahkan formal jika jatah masih ada. Pilihan adalah pilihan tak ada yang namanya kesempurnaan selain-Nya tapi aku yakin ada yang tidak tepat dari perdamaian yang kita perjuangkan perdamaian yang dikomersialkan sila ke tiga yang tak berdasar sila pertama Bahwa Allah lah Yang Maha Kuasa  Dia dapat mencabut masalah kita hingga kawan sampaikan salam hangat bagi kita "semoga damai disana"

Menjadi Diri Sendiri

kadang aku bertanya, "Menjadi diri sendiri apakah masuk kedalam jenis Ego manusia yang terbungkus manis dalam tiap kemenangan konsep ideologi yang dianutnya?" Lalu apakah dunia membutuhkan kau yang menjadi "Diri Sendiri"? pun sama dengan Apakah dunia membutuhkan kau yang menjadi "Orang Lain"  Kita hanya perlu menjadi manusia cerdas, bukan menguatkan ego dan bukan terjangkit latah.